Dukung Produksi Benih Padi, BRMP Bengkulu Dampingi PL3 Inpari 32 HDB dan Panen Cakrabuana
Selasa (23/09/2025), tim kegiatan produksi benih sumber VUB padi BRMP Bengkulu melaksanakan pendampingan pemeriksaan lapang (PL) 3 varietas Inpari 32 HDB di Desa Dusun Baru II Kec. Karang Tinggi Bengkulu Tengah. PL 3 adalah pemeriksaan lapangan tahap akhir dalam proses sertifikasi benih, yang dilakukan mendekati masa panen atau saat tanaman memasuki fase generatif akhir. Tujuannya adalah untuk menilai mutu benih dari pertanaman apakah memenuhi standar sertifikat, termasuk pemeriksaan visual terhadap varietas lain, tipe simpang, serta serangan hama dan penyakit yang dapat ditularkan melalui benih. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Pengawas Benih Tanaman (PBT) UPTD PPSBTPHP Provinsi Bengkulu.
Hasil pengamatan di lapangan ditemukan beberapa campuran varietas lain (CVL), yang merujuk pada tanaman atau benih yang secara morfologis dapat dibedakan dari varietas utama yang sedang diperiksa, tetapi tidak termasuk dalam deskripsi varietas tersebut dan belum memenuhi standar mutu genetik. Keberadaan CVL dalam benih dapat menurunkan kemurnian genetik dan kualitas hasil panen, sehingga perlu dihilangkan melalui kegiatan yang disebut roguing untuk memastikan benih yang diproduksi bebas dari campuran varietas lain. Pertanaman Inpari 32 HBD saat pelaksanaan PL 3 telah berumur 84 HST dan diperkirakan dapat dipanen 10-14 hari ke depan.
Tim kegiatan juga melaksanakan pendampingan panen varietas Cakrabuana seluas 2 hektar. Varietas Cakrabuana adalah varietas unggul padi sawah yang bersifat genjah (cepat panen), memiliki potensi hasil tinggi, tahan berbagai hama dan penyakit, serta mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan seperti kekeringan. Panen varietas ini dilakukan pada umur tanaman 80 hari setelah tanam (HST). Berdasarkan data lapangan kadar air panen berkisar antara 20-24% dengan hasil riil sekitar 6 ton per hektar GKP.